Tuesday, November 23, 2010

tidur


Betapa hebatnya Allah memberi kita nikmat yang kita sendiri tak pernah bisa menghitungnya. Salah satu nikmat  yang dikaruniakan Allah kepada manusia adalah tidur. Dalam hal ini saya hanya akan sedikit bercerita tentang tidur yang member manfaat tentunya, bukan tidur yang melenakan yang membuat kemalasan yang saya sendiri pun pernah terlena akan nikmat itu. Ya, tak seperti biasanya setelah melakukan perjalanan jauh beberapa jam kemudian saya akan memauki alam mimpi, tapi tidak kali ini. Setelah sampai kosan dengan selamat, saya ternyata tergoda pasangan klop yang selalu setia menemani saya, si Reca dan Atandt(rumit amat namanya, tapi ya memang itulah yang tertera pada dirinya). Alhasil saya terlena bersama pasangan itu selama hamper dua jam. Memang banyak manfaat yang bisa saya dapat, tapi tentu saja ada mudharatnya juga. Saya melalaikan hak tubuh saya. Padahal saya sadar betul, hari sebelumnya tubuh ini meminta haknya, tapi saya abaikan begitu saja. Ya, hari ini saya baru merasakan dampak sistemik kegiatan sehari ini. Namun, ada satu pelajaran berharga yang saya dapat. Bahwa kasih sayang orang tua memang tak akan pernah habis. Ya, saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri bahwa cinta orang tua terutama ibu memang sepanjang zaman. Saya jadi teringat kemarin, betapa Ibu dan Bapak mungkin dengan berat hati melepas anak perempuan satu-satunya kembali ke tempat pencarian ilmu, bukan hanya ilmu akademis tentunya, tapi lebih ke ilmu tentang kehidupan, betapa kita harus mensyukuri apa pun nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita, betapa kita harus peduli pada orang di sekitar kita.
Teringat juga ekspresi wanita yang begitu tangguh mengarungi samudera kehidupan. Ya, keduanya dengan wajah yang begitu haru dan tulus berbagi pengalaman hidup mereka. Yang aku tahu kedua orang itu begitu menyayangiku dan aku juga sayang pada mereka, meskipun mungkin bukan dengan kadar yang sama. Ya, dua orang yang saling mencintai tak kan memiliki kadar yang sama dalam memberikan cintanya, yang satu akan member lebih, dan yang lainnya kurang. Begitu pula cinta Tuhan kepada umatnya. Kurang apa coba, Tuhan telah memberikan semua yang kita butuhkan, walaupun kadang tak sesuai yang kita inginkan. Namun, bagaimana dengan kita? Kita yang sering melalaikan Tuhan, sering terlena dengan nikmat dunia, bahkan untuk mengingat-Nya pun tak sempat. Ya Allah, ampunilah hamba-Mu yang penuh dosa ini. Hanya itu saat ini yang bisa hamba ucapkan. Kadang diri ini tak peduli tentang semua titipan-Mu. Sering hamba lupa bahwa tubuh ini adalah milik-Mu. Maka kau tegur hamba dengan penuh kasih sayang. Erna, berikan hak pada tubuhmu. Ya, aku benar-benar lalai memberikan hak tubuhku untuk beristirahat. Hasilnya, aku benar-benar tergeletak tak berdaya, bahkan untuk mengambil air wudhu pun tubuh terasa menggigil. Mungkin juga ini dampak sistemik hari sebelumnya dan hari ini yang memang kupaksakan. Satu pelajaran yang kudapat, lakukanlah semampumu, jangan memaksakan diri karena kemampuan fisikmu juga ada batasnya. Namun Alhamdulillah, dengan tidur sebentar, semuanya kembali baik-baik saja. Diri ini harus banyak bersyukur, tapi jangan sampai terlena menunaikan hak tubuh yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita_berjuang untuk esok hari dan seterusnya_
Jurangmangu, 21112010_22.59

No comments:

Post a Comment